BERFIKIR BAIK DAN BENAR

einstein

Berfikir adalah berbicara dengan diri sendiri mempertimbangkan,

menganalisa dan membuktikan, bertanya mengapa dan untuk apa

sesuatu terjadi.

Orang yang berbahagia dan tenteram hidupnya ialah orang yang

memikirkan setiap langkahnya secara akal sehat.

Sebagai upaya mewujudkan tuntutan reformasi, salah satu sikap yang

perlu dilakukan adalah bahwa dalam proses pelaksanan pembangunan perlu

adanya suatu perubahan sikap yang berorientasi pada pelayanan masyarakat,

transparansi, dan akuntabilitas untuk mewujudkan “Good Governance“.

Istilah mewujudkan Good Governance menurut Menteri Kimpraswil, Ir.

Erna Witoelar, M.Si. dalam pidatonya pada Hari Bakti PU ke 55 tanggal 3

Desember 2000, yaitu : “birokrasi yang bersih, berwibawa, transparan dalam

menjalankan tugas pelayanan publik dalam bentuk tekad untuk memerangi

praktek-praktek KKN”

Bangsa Indonesia sangat mendambakan pemerintahan yang “Good

Governance”, meski sampai saat ini masih jauh dari harapan.

Membangun Pemerintahan yang “Good Governance” sangat ditentukan

oleh sikap dan perilaku aparatur dan oleh karena itu, Pemerintah dengan

sendirinya dituntut untuk meningkatkan kemampuan SDM-nya sesuai dengan

bidang tugasnya, kesejahteraannya, termasuk menentukan sikap dan

perilakunya agar mampu berpikir dengan baik dan benar.

Dalam sajian tulisan ini penulis berusaha memfokuskan pada sikap

perilaku SDM agar mampu berpikir dengan baik dan benar, sehingga dalam

melaksanakan perannya dapat mengubah sikap yang berorientasi pada

pelayanan masyarakat secara prima dan transparan sesuai dengan agendaagenda

reformasi.

Alur pikir tersebut di atas, merupakan suatu pendekatan dalam menulis.

Namun, sebelum membahas upaya-upaya berpikir baik dan benar sesuai

dengan judul di atas, terlebih dahulu penulis mengulas tentang manusia, berpikir,

berpikir logis dan berpikir positif yang semuanya itu erat kaitannya dengan judul

tulisan ini.

MANUSIA

Manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang dilengkapi dengan akal dan

pikiran. Tanpa akal manusia tidak akan bisa membuat waduk/bendungan, jalan

dan jembatan, rumah-rumah bertingkat dan sebagainya. Hanya dengan akal dan

pikiran, manusia dapat berubah taraf kehidupannya dari tradisional, berkembang

dan mengikuti perkembangan sampai dengan modern.

Namun, manusia tidak pernah puas dengan keadaan yang ada, mereka

selalu ingin mengubah keadaan tersebut. Ketidakpuasannya menimbulkan

perubahan-perubahan sehingga tercipta dunia maju.

Manusia pada umumnya selalu menghadapi berbagai masalah. Semua itu

dapat diatasi, apabila ia mau berpikir yang benar. Demikian pula dilingkungan

aparatur. Setiap pimpinan, baik tingkat atas maupun bawah pasti akan

menghadapi berbagai masalah. Apabila jika yang dihadapi masalah-masalah

yang sulit dan sangat rumit, untuk mengatasinya sangat diperlukan akal dan

pikiran yang sehat.

APA BERPIKIR ITU ?

Untuk mengatasi masalah-masalah tersebut di atas, tentu diperlukan akal

untuk berpikir secara benar. Berpikir adalah berbicara dengan diri kita sendiri,

dalam batin kita, perlu mempertimbangkan, menganalisis, membuktikan sesuatu

dengan masing-masing, tertentu, lalu bertanya mengapa dan untuk apa sesuatu

terjadi. Orang mengatakan berpikir yang baik adalah berpikir logis.

BERPIKIR LOGIS

Berpikir secara logis atau berpikir dengan penalaran ialah berpikir tepat

dan benar yang memerlukan kerja otak dan akal sesuai dengan ilmu-ilmu logika.

Setiap apa yang akan diperbuat hendaknya disesuaikan dengan keadaan yang

ada pada dirinya masing-masing. Jika hal tersebut sesuai dengan kenyataan dan

apabila dikerjakan mendapat keuntungan, maka segera dilaksanakan.

Seandainya ada pengusaha mempunyai pikiran ingin membangun

permukiman di atas sawah yang subur dan sawah tersebut telah ada jaringan

irigasi teknis yang bisa dihandalkan, maka sebaiknya niat pengusaha itu

digagalkan saja. Jika dilaksanakan dapat menyalahi aturan tata ruang,

meresahkan petani, mengurangi lapangan kerja, dan yang paling

membahayakan jika mengakibatkan timbulnya kelaparan.

Berpikir dengan cara penalaran atau berpikir logis, selain memikirkan diri

kita sendiri juga harus memperhatikan lingkungan. Berpikir secara logis adalah

berpikir tentang akibat yang tidak terbawa emosi.

Seandainya keinginan itu telah membara, namun tidak mengukur

kekuatan kita sendiri, akhirnya berakibat buruk. Itulah sebabnya, mengapa

seorang yang telah berhasil tiba-tiba mengalami depresi yang luar biasa, saat

mengalami kemerosotan kekayaannya dan bahkan jiwanyapun terpengaruh

juga.

Seharusnya seorang tidak atau jangan yakin dengan kebenaran yang

telah dipikirkan sebelum menarik kesimpulan, lebih tepat jika gagasan yang

dianggap benar itu lebih dahulu dilontarkan kepada orang lain yang dapat

dipercaya. Mereka yang bisa dipercaya dapat dimintai penilaian benar atau

tidaknya anggapan itu. Saran-saran orang lain sangat membantu dalam

mencintai kebenaran berpikir.

Sebaiknya orang tersebut mengupayakan kesimpulan yang bersifat

sungguh-sungguh, pasti, tidak ada pengaruh luar yang dapat mengguncang,

mengganggu, mempengaruhi jalan pikiran atau kepastian dari kesimpulan. Suatu

kesimpulan itu pasti, apabila kita tahu dengan pasti tanpa ragu-ragu bahwa

kesimpulan yang kita tarik itu benar dan kesimpulan yang mengatakan

sebaliknya itu salah.

BERPIKIR POSITIF

Pada umumnya manusia akan menyimpan rasa tidak enak, apabila

dirinya dihina dan diejek orang lain. Kemudian timbul rasa benci terhadap

mereka, tidak mudah melupakan atau memaafkan. Akan tetapi bagi orang yang

berpikir positif dan kreatif, dia tidak ambil peduli dengan hinaan, menurut mereka

masih banyak kegiatan-kegiatan lain yang perlu pemikiran, lagi pula mengapa

harus memikirkan sesuatu hal yang sepele (emang gue pikirin, bahasa

betawinya).

Jika Anda benci terhadap musuh, sebenarnya Anda telah memberi

mereka suatu kekuatan untuk menyerang Anda. Karena kebencian dan dendam

itu membuat Anda sah, tidak bisa tidur, hati berdebar-debar, denyut jantung

semakin mengeras dan serba salah.

Kebencian Anda terhadap mereka sama sekali tidak akan melukai hati

mereka, tetapi malahan sebaliknya kebencian dan kecemasan Anda itu akan

mempengaruhi ketegangan jiwa Anda. Jadi membenci lawan berarti

menciptakan suasana pikiran yang tidak tenteram bagi diri sendiri. Hal ini tidak

akan bermanfaat sedikitpun bagi kita, bahkan kita dibuat lesu, cemas, gugup,

dan perasaan serba tidak enak serta yang akan rugi kita sendiri.

UPAYA BERPIKIR SECARA BAIK DAN BENAR

Biasanya orang yang sedang marah atau kalap, tidak dapat berpikir

secara akal sehat dan tanpa berpikir secara penalaran, sehingga dalam keadaan

seperti ini akal akan dikalahkan oleh emosi yang meledak. Manusia yang marah

pasti tanpa adanya kesadaran dan keseimbangan pikiran. Pada akhirnya suatu

saat dia akan kecewa oleh tingkahnya sendiri.

Orang yang berbahagia dan tenteram hidupnya ialah orang yang

memikirkan setiap langkahnya secara akal sehat. Dia melihat kemampuan

dirinya dan selalu menarik kesimpulan dari pertimbangan-pertimbangan dengan

akal sehat (rasional)

Dibawah ini merupakan suatu upaya bagaimana berpikir baik dan benar

dengan melakukan cara penalaran, yang konon bisa dipelajari :

Harus berpikir secara kritis, hal ini dilakukan agar apabila ada sesuatu

keterangan yang tidak atau belum pasti hendaknya jangan dipercaya

begitu saja.

Sebelum bertindak sebaiknya harus berpikir lebih dahulu untuk beberapa

saat (konsentrasi).

Pandangan harus lebih luas daripada pikiran kita sendiri, sehingga harus

waspada terhadap prasangka-prasangka sendiri. Jangan menganggap

benar apa yang kita sukai dan menolak apa yang kita benci.

Berpikir dua kali dan jangan gegabah mengambil keputusan atau

mengemukakan pendapat seakan-akan kebenaran mutlak/terlalu berani

tanpa perhitungan.

Bersikap terbuka, mungkin pendapat kita dibenarkan/dikoreksi atau

ditinggalkan sama sekali atas dasar informasi yang benar.

Hendaknya kita berpikir dalam jangka panjang dan berpandangan luas.

Kita harus bersikap kritis terhadap apa yang dikemukakan oleh orang lain,

untuk check and recheck juga terhadap pendapat sendiri.

Kita wajib bersikap optimis, mencari segi-segi positif dalam segala hal dan

berdiskusi juga dalam hal berpikir, serta bersikap simpatik terhadap orang

lain.

Harus bertaqwa, karena taqwa itu sendiri adalah merupakan sumber

kejujuran. Dengan bertaqwa tentunya akan diikuti oleh kewibawaan.

Bersikap jujur, orang banyak belajar dari kesalahannya sendiri, asal

disadari dan diakuinya.

Harus belajar terus-menerus

Bekerja dengan hatinurani yang tulus dan berpikir secara teratur dan

berencana, agar mampu tampil secara profesional.

KESIMPULAN

Membangun pemerintahan yang “Good Governance” sangat ditentukan

oleh sikap dan perilaku aparatur. Untuk itu, bagi setiap aparatur harus berusaha

agar dapat berpikir secara baik dan benar. Hal ini dapat dilakukan, asalkan ada

niat dan kemauan yang keras untuk melaksanakan upaya-upaya berpikir secara

baik dan benar dengan suatu penalaran.

Akhirnya, apabila Aparatur Pemerintah mampu memahami dan

mengamalkan kemampuannya berpikir secara baik dan benar, Insya Allah

pemerintahan yang “Good Governance” akan terwujud.

Tentang boycreations

I am a boy who wont to make a many creations for share to everyone. Because i am a good boy...(^_^)
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Satu Balasan ke BERFIKIR BAIK DAN BENAR

  1. chayoogirl berkata:

    sudahkah anda berpikir baik dan benar…???
    hehehhee……..😀
    think smart and think positive…!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s