puisi

Obsesi

Aku suka melihat tawamu
Ku nikmati ceria wajahmu
Suara dan tingkah konyolmu
Aku nyaman denganmu
Bahkan dalam kesenyapan dirimu
Dalam kekacauan batinmu
Ku rasakan damai didekatmu
Menelungkupku sepanjang hari
Ku inginkan dirimu, di sampingku
Setiap saat, setiap waktu
Tuk pudarkan mendung dihatiku
Kau ku inginkan, impianku
Bersamamu angan terindahku
Tak kan ku biarkan kau jauh
Akan ku gapai dimanapun sosokmu
Karena ku akan selalu menangkapmu
Karena ku selalu bisa merengkuh bayangmu
Karena kau milikku
Takkan ku biarkan siapapun mengambilmu
Tak seorang pun bisa milikimu
Kau adalah millikku!!

Sang Pengkhianat

Adalah Sang Pengkhianat
Tertawa dalam tangis kelamku
Berjanji dalam sumpah palsunya
Padanya ku haturkan jiwaku
Ia tangkup, remukkan dalam sekejap pandang
Bibirnya merah merekah
Berisi racun kebohongan dan dusta
Wajah liciknya berbalut senyum penuh damai
Jatuhkanku dalam nyaman semunya
Kata – katanya lembut menentramkan
Namun menusuk, menghujat ke jantung
Sekejap ku rengkuh bahagia
Tapi Ia adalah Sang Pengkhianat
Ia porandakan bahagiaku
Alirkan semua isi kepalaku
Curahkan rasa dalam batin terdalam
Ia tersenyum diiringi cucur air mataku
Ah….. Ia memang Sang Pengkhianat
Perengkuh dalam damai semu dan derita tak bertepi

Gambar favoritku


hunting di photobucket, nemu gambar cool…

Cahaya Ilahi


Sedetik cahaya itu meredup
Sebelum kembali bergoyang diterpa angin
Sekilas, adrenalinku berpacu
Dalam ketakutan akan kegelapan sejati
Segala upaya tlah kulakukan
Berharap agar lilin itu tak kan padam
Sekali lagi angin berhembus
Cahaya itu kembali meredup
Adrenalinku kembali berpacu
lalu tiba – tiba cahaya itu datang
menerangi penjuru pandang
tampak kokoh, tak kan padam oleh angin
batinku dicerca tanya
cahaya siapa ini?
Lalu aku melihatnya
Tanpa sadar luruhkan airmataku
Pacu jantungku, lecuti adrenalinku
Tangisku pecah, dalam kelegaan tak berkira
Itulah cahaya-Nya
Cahaya abadi yang tak kan tinggalkanku
Kan selalu dekapku dalam damai-Nya
Menjagaku hingga ujung hayat

Jujur ku katakan, selalu melegakan bisa menjadi dekat dengan-Nya, Yang Maha Agung, Yang Maha Esa, my lovely Allah SWT. Tak pernah sedikitpun cemas menghampiriku, atau bahkan menerjang fikirku. Selalu ketenangan yang ku dapat. Sebuah kepercayaan bahwa masalah apapun pasti bisa ku dapatkan, dengan selalu mencinta-Nya.
Dulu, saat ku jauh dari-Nya, walau sekarang aku masih ragu apakah aku cukup berani untuk mengatakan aku dekat-Nya, aku selalu gelisah. Selalu bersikap seolah masalah tak kan ada habisnya, tak tahu cara mengatasi, merasa depresi. Padahal, guruku selalu berkata, tak ada stress jika kita selalu dekat dengan-Nya, selalu berusaha dalam rengkuhan-Nya, sealu mengingat-Nya.
Sulit memang, aku mengakuinya. Tapi bukan berarti tak mungkin, bukan berarti mustahil. Adakah yang tak mungkin di dunia ini selama itu tak melanggar kehendak-Nya? Ada, dan itu pasti. Aku percaya.
Karena Ia selalu menjaga impian kita, seperti Ia selalu menjaga kita dalam damai-Nya. Ahh…rasanya aku terlalu banyak omong, terlalu bertele, banyak teori. Biarlah kalian rasakan sendiri, bagaimana rasanya berada dalam dekapan-Nya.
Hei, kalian yang selalu mengingat-Nya, mengimani-Nya, menurutmu aku benar?

Tentang boycreations

I am a boy who wont to make a many creations for share to everyone. Because i am a good boy...(^_^)
Pos ini dipublikasikan di kata mutiara. Tandai permalink.

Satu Balasan ke puisi

  1. chayoogirl berkata:

    I like Sang Pengkhianat…
    it’s just like I am facing now..
    the one who lied back to me…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s