Emotional Spiritual Quotient

A. IQ : Kecerdasan Intelektual

Secara ilmiah kecerdasan ini bersumber dari otak manusia yang disebut “neucortex.” Penelitian mutakhir menunjukkan bahwa otak manusia minimal terdiri dari 100 milyar sel aktif semenjak lahir yang dapat membuat jaringan sampai 20.000 jaringan tiap detik. Sehingga manusia mampu menerima lebih dari 1500 informasi baru setiap hari. Potensi ini dimiliki oleh semua manusia yang disebut kecerdasan intelektual (IQ). Secara umum IQ mencakup pada aspek; Logic-Matematik dan Linguistik-Verbal. Kecerdasan inteligensi yang selalu diberdayakan akan

membantu seseorang dalam memahami, menganalisis, berbicara, menghitung dan bepikir.

B. EQ : Kecerdasan Emosional

Kecerdasan Emosional adalah kemampuan seseorang bersikap dan mengambil tindakan yang berada di alam sadar lapis kedua. Pada bagian tengah terdapat lapisan otak mamalia yang disebut limbic system. Otak mamalia ini berfungsi mengendalikan emosi perasaan manusia. Kecerdasan emosi dan perasaan disebut emotional quotient (EQ), Kecerdasan emosional mencakup pada aspek kemampuan seseorang dalam memahami diri sendiri dan orang lain atau pemahaman intrapersonal dan interpersonal.

Sebagai contoh, ketika seseorang mampu melayani orang lain dengan sikap yang baik, penuh senyum, bisa melobi orang, mudah bergaul dan sangat tepat mengambil keputusan dalam suatu problema kehidupan, mengantarkan ia pada keberhasilan. Ini menggambarkan kecerdasan emosional.

Ciri-ciri orang yang memiliki kecerdasan emosional:

• Bisa tampil dengan bijak dalam semua suasana.

• Mudah bergaul dan bisa membuat orang simpatik.

• Mengambil keputusan dengan tenang

Faktor-faktor yang berhubungan dengan EQ ini adalah:

a. kesadaran diri

b. pengaturan diri

c. motivasi diri

d. emphaty dan

e. keterampilan sosial

C. SQ : Kecerdasan Spiritual

Kecerdasan Spiritual (SQ), merupakan temuan terkini secara ilmiah, yang pertama kali digagas oleh Danah Zohar dan lan Marshall, masing-masing dari Harvard University dan Oxford University melalui riset yang sangat komprehensif. Pembuktian ilmiah tentang kecerdasan spiritual dipaparkan Zohar dan Marshall dalam SQ, Spiritual Quotient (The Ultimate Intelligence, London, 2000). Dua diantaranya adalah : Pertama, riset ahli psikologi/saraf Michael Persinger pada awal tahun1990-an, dan lebih mutakhir lagi tahun 1997 oleh ahli saraf VS Ramachandran dan timnya dari California University, yang menemukan eksistensi God Spot dalam otak manusia -telah built in sebagai pusat spiritual (spiritual center) yang terletak di antara jaringan saraf dan otak.

ESQ atau emotional spiritual quotient adalah sebuah teori yang dikembangkan oleh Bapak Ary Ginanjar Agustian dalam bukunya yang berjudul Rahasia Sukses Membangun Kecerdasan Emosi dan Spiritual ESQ-Emotional Spiritual Quotient Berdasarkan 1 Ihsan, 6 Rukun Iman dan 5 Rukun Islam.

Tentang boycreations

I am a boy who wont to make a many creations for share to everyone. Because i am a good boy...(^_^)
Pos ini dipublikasikan di kata mutiara, Renungan (Reflection). Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s